Ini kabar baik buat semua, baik mitra K-Link maupun orang-orang yang masih ragu untuk bergabung dengan K-Link. Mengapa? karena saat ini K-Link Indonesia sudah mengantongi sertifikat syariah dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dengan sertifikat ini maka bisnis MLM K-Link dijamin kehalalannya. Ini juga untuk menjawab mereka yang beranggapan bahwa MLM adalah haram. Saya katakan di sini: tidak semua MLM memiliki sistem yang merugikan. K-Link adalah salah satu buktinya.
Berikut ini akan saya perlihatkan kabar baik ini yang saya cuplik dari republika.co.id http://www.republika.co.id/berita/bisnis-syariah/berita/10/06/21/120874-klink-mendapat-sertifikat-mlm-syariah
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--K-Link menjadi perusahaan multi level marketing kelima yang memperoleh sertifikat MLM syariah dari Dewan Syariah Nasional (DSN)-MUI. Dengan perolehan sertifikat tersebut, Presiden Direktur K-Link Indonesia, Mohamad Radzi Saleh memprediksi hal tersebut akan berdampak besar bagi peningkatan kinerja perusahaannya.
''Dengan adanya sertifikat syariah, kami optimistis pertumbuhan akan positif. Jumlah omset dan produk K-Link Indonesia juga akan meningkat pesat,'' kata Radzi disela-sela penyerahan sertifikat MLM Syariah kepada K-Link Indonesia di Gedung MUI, Jakarta, Senin (21/6).
Menurutnya, optimisme tersebut tak berlebihan karena adanya kepastian produk yang diperdagangkan halal dan prinsip usahanya tidak eksploitatif. Untuk memastikan prinsip usahanya sesuai syariah, K-Link Indonesia pun membentuk Dewan Pengawas Syariah (DPS). Radzi pun menuturkan, adanya sertifikasi syariah ini tak membuat K-Link terbatas pada umat Muslim saja, tetapi juga kepada masyarakat non- Muslim.
Radzi mengungkapkan, per tahunnya bisnis K-Link Indonesia tumbuh antara 12-18 persen. Pada 2010 jumlah anggota K-Link Indonesia tercatat telah mencapai lebih dari 2 juta orang dengan perputaran omset rata-rata Rp 100 miliar per bulan. Pada tahun lalu bisnis K-Link tumbuh 15 persen dengan turn over sekitar Rp 800 miliar. K-Link hadir di 20 negara dan Indonesia memiliki jumlah omset terbesar dibanding negara lainnya.
Senin, 14 Maret 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar